Perbaiki kesehatan dengan puasa
Oleh : Burhanudin Tsani,S.Pd OK
Siapakah manusia di dunia ini yang tidak pernah sakit ? Mungkin ini pertanyaan bodoh karena setiap manusia dimuka bumi ini pasti mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan serta proses penuaan sehingga bisa dipastikan setiap orang akan mengalami sakit dalam hidupnya .
Penyakit merupakan gangguan tubuh dimana sistema fungsional jaringan tubuh yang terstruktur dan sistematis mengalami ketidaksinkronan /ketidakharmonisan yang dapat dirasakan secara fisik dan psikis dan bisa berakibat lebih jauh lagi berupa traumatic sehingga bisa menimbulkan keputus-asaan pada penderitaan. Satu contoh Dr.Tanner, seorang dokter dari Duluth , Minnesota mengalami gangguan fungsional tubuh berupa penyakit asma kronis dan reumatik yang terjadi pada tahun 1877. Kehidupan sehari-harinya mengalami tingkat kesakitan yang cukup tinggi bahkan tidak bisa merasakan enjoy-nya istirahat dan tidur. Selain melakukan pengobatan sendiri juga dibantu oleh tujuh orang dokter sejawatnya dalam proses therapy / pengobatan tetapi semuanya “angkat tangan”. Cerita akhir seorang dokter ini adalah mencoba bunuh diri dengan cara melaparkan diri selama berhari-hari (euthanasia pasif), dia mengharapkan pada hari ke 10 akan meninggal dunia dengan tenang. Orang berencana pastilah Tuhan yang menentukan, dan ternyata pada hari kelima dalam upaya bunuh diri dia mengalami kejadian yang tidak diharapkan , dia mengalami tidur nyenyak dan setelah dilanjutkan proses itu sampai hari ketujuh dia merasakan hal yang luar biasa, dia merasakan “seperti masih muda”. Akhirnya dia melanjutkan puasanya selama hampir satu bulan dengan pengawasan teman sejawatnya. Kesempatan hidup sampai umur 90 tahun didapatkannya dengan berpuasa, hal yang semula tidak disadari akhirnya memberi manfaat bahkan tanpa merasakan lagi gejala sakit reumatik dan asmanya. Sebuah true story yang testimony-nya diungkapkan dalam kajian ilmiah medis.
The National Institut on Aging sebuah lembaga penelitian dimana Mark P.Mattson, bersama tim penelitiannya melakukan eksperimen tentang manfaat puasa, hal ini dilakukan karena diilhami oleh kejadian kesembuhan penyakit yang diderita Dr.Tanner .
Eksperimen penelitiannya dengan menggunakan tiga kelompok tikus. Kelompok pertama adalah kelompok tikus yang diberikan makan secara terus menerus, kelompok kedua adalah kelompok tikus dengan pemberian makan dengan diet ketat dan kelompok ketiga adalah kelompok tikus dengan pemberian makan dan puasa berselang hari. Hasil penelitian tersebut menunjukkan hasil bahwa kelompok tikus yang diberikan makan dan puasa ternyata memiliki kadar gula dan insulin yang rendah dan mengalami masa hidup lebih lama dibandingkan dua kelompok lainnya dan ketika diinjeksikan zat racun /toksin dalam hippocampus yang terletak didalam otaknya maka tikus tersebut mengalami tingkat antibody /daya tahan tubuh yang lebih baik. Jadi Mark P.Mattson berkesimpulan bahwa nutrient atau makanan yang masuk dan menyebabkan tingkat low stress atau tekanan ringan pada seluruh sel otot tubuhnya yang direspon dengan meningkatkan kemampuan sel untuk menanggulangi adanya tingkat stress yang lebih berat.
Firman Allah SWT dalam QS : Al Baqarah-18 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”, Allah SWT tidak akan menjerumuskan kaumnya dengan adanya kewajiban untuk beribadah puasa, ibadah puasa itu di-adaptasi-kan dengan segala kemampuan fisik dan psikisnya. Islam memperkenalkan ibadah berpuasa ini dengan maksud untuk meningkatkan rasa spiritualnya dan memperbaiki kesehatan fisiknya. Banyak manfaat puasa khususnya untuk upaya peningkatan kesehatan fisik, seperti : Ibadah puasa sebagai penentu kekuatan proses terapi tubuh yang berfungsi sebagai pemulihan kondisi kesehatan seseorang termasuk diabetes mellitus, hipertensi, alergi, asma, bahkan jantung dan inflammatory autoimmune disorder. Mekanisme penyembuhan sendiri yaitu proses memperbaiki dan memperkuat organ-organ yang mengalami kerusakan ,pada tubuh orang yang berpuasa akan timbul pada saat periode pengistirahatan secara fisik misalnya saat alat pencernaannya bekerja ringan karena pengaturan makanan yang masuk. Puasa juga akan menurunkan berat badan, 0,5 – 1 pound perhari, berat badan ini akan turun bila melakukan proses puasa dengan ketentuan yang semestinya dan sepintas seperti diet programm tetapi tidak demikian karena tingkat sukarela dan keikhlasan dalam berpuasa sangat tinggi dan capaiannya adalah keridhoan. Detoksifikasi dalam tubuh meningkat, mobilisasi dan eliminasi substansi endogen misalnya kolesterol dan asam urat akan meningkat sehingga tingkat detoksifikasi lebih bagus. Mampu mengatasi insulin resistant terutama dengan adanya kondisi tubuh selama berpuasa yang rendah gula. Neuroadaptasi, puasa mampu me-reset organ tubuh seperti lidah sebagai perasa terutama dengan rasa manis dan asin, lambung dengan teraturnya dan dibatasinya nutrisi yang masuk. Rekalibrasi enzim atau teraturnya sejumlah enzim yang berproses dalam tubuh yang fungsinya sebagai detoksifikasi toksin. Puasa juga mampu menurunkan tingkat hipersempatektonia atau meningkatnya tegangan syaraf simpatis yang berlebihan. Secara psikis tingkat kesabaran kita juga akan lebih meningkat, juga kejujuran, keikhlasan dan kemantaban dalam menjalankan beribadah. Kemampuan intelektual juga akan meningkat termasuk kemampuan sosial dan spiritual.
Proses adaptasi atau penyesuaian diri inilah yang pasti akan terjadi dalam proses berpuasa menuju ke tingkat tubuh yang lebih sehat. Mau tidak mau organ tubuh kita akan selalu bekerja seperti mencerna, menyerap, menyimpan dan menggunakan sari-sari makanan yang kita masukkan untuk melakukan bermacam aktivitas.Disaat berpuasa inilah tubuh kita akan di-service secara otomatis dan alamiah. Tubuh juga mempunyai tingkat responsibility yang tinggi dengan adanya aktivitas yang dilakukan seperti adanya stimulus, intervensi dari luar bahkan gangguan-gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam. Untuk mencapai keadaan tubuh yang sehat tersebut, maka berpuasalah menurut ketentuan yang berlaku seperti yang telah di-syari’at –kan dan diet sehat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Makanan yang masuk sebaiknya tidak lebih dari tiga seperempat isi perut dan makanlah sesuai kapasitas perut yaitu sepertiga berisi makanan, sepertiga berisi air dan sepertiga lagi berisi udara . Mengkonsumsi makanan yang sehat dengan memperbanyak air putih, buah-buahan dan sayuran hijau atau dengan menerapkan pola gizi seimbang dan pengaturan makanan berat saat malam hari setelah shalat tarawih. Hal yang perlu diperhatikan adalah saat berbuka puasa, jangan berbuka puasa terlalu kenyang dengan makan dan minum berlebihan seperti “balas dendam” selama berpuasa seharian karena yang berlebihan itu akan memicu timbulnya tumpukan zat yang mungkin berbahaya bagi tubuh apalagi tidak dipakai untuk aktivitas fisik atau gerak. Olahraga ringan seperti jalan kaki, senam aerobic low impack, olahraga pernafasan, olahraga specialisasinya ataupun olahraga adaptif /adaptif sports (olahraga yang disesuaikan dengan kapasitas fungsional tubuhnya) sebaiknya tetap dilakukan tentusaja dengan kapasitas kemampuan.
Ya Muhaimin, Tuhan pemelihara seluruh alam, tetapkanlah kesehatan dan kebugaran selepas puasa ramadhan tahun ini. Wassalamu’alaikum.
Penulis adalah
Sports Therapist (sport massage & adaptif sport)
pada Fisioterapi Olahraga RSU Rajawali Citra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar